Muslim Pergi. Penyedia layanan Software Umroh dan Haji. Satu Paket Sistem untuk Kebutuhan Biro Travel Umroh Anda. Pengelolaan biro travel umroh menjadi lebih efisien dan maksimal dengan software umroh dari kami, sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan paket dengan aplikasi umroh haji yang terpercaya.

Kalimat Tauhid menjadi kalimat yang paling mulia dengan kedudukan paling tinggi. Makna dari kalimat tersebut adalah makhluk diciptakan, para Rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan. Dengan kalimat itu pula, manusia terbagi menjadi mukmin dan kafir, orang-orang yang beriman penghuni surga dan orang-orang yang sengsara penghuni neraka.

لا إله إلا الله

Yang artinya, Tiada tuhan selain Allah. Adalah kalimat tahlil yang merupakan bagain dari kalimat syahadat, asas dari lima rukun Islam, juga sebagai inti dan seluruh landasan ajaran Islam.

Keutamaan Kalimat Tauhid

Keutamaan kalimat tauhid juga disebutkan dalam Al-Quran yang merupakan dakwah kebenaran. Allah SWT berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 26-28 yang berbunyi:

إِلَّا الَّذِيْ فَطَرَنِيْ فَإِنَّهٗ سَيَهْدِيْنِ ٢٧ وَإِذْ قَالَ إِبْرٰهِيْمُ لِأَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ إِنَّنِيْ بَرَاءٌ مِّمَّا تَعْبُدُوْنَ ۙ ٢٦

وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِيْ عَقِبِهٖ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۗ٢٨

Artinya:

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, ‘Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku. Karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali pada kalimat tauhid itu.” (az-Zukhruf: 26-28).

Kalimat tauhid juga mengandung arti tentang ikatan hakiki yang dapat menyatukan para pemeluk agama Islam. Syaikh ‘Allamah Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa’ Al-Bayan mengatakan, “Walhasil, ikatan hakiki yang menyatukan manusia yang terpecah dan menghimpun ketika berselisih ialah ikatan La Illaha Illallah.”

Dalam kitab Al-Musnad terdapat riwayat dari Abu Dzar r.a, ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, ajari aku satu amal yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka’ Nabi menjawab, ‘Apabila kau telah berbuat dosa, maka kerjakanlah kebaikan, karena pahalanya adalah sepuluh kali lipatnya.’ Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah di antara perbuatan baik itu adalah kalimat La Illaha Illallah?’ Beliau menjawab, ‘Ya kalimat ini merupakan yang paling baik.” (Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm 145).